Kurban Dikemas dengan Kaleng, Alternatif Cadangan Ketahanan Pangan

Kurban Dikemas dengan Kaleng, Alternatif Cadangan Ketahanan Pangan (Ilustrasi)

EKONOMPEDIA.COM-Para mudhohi, atau orang yang berkurban, kini tak terlalu bingung harus menitip kemana hewan kurban disalurkan. Selain daging kurban yang disalurkan langsung ke para mustahik atau penerima, ada juga daging kurban yang diolah menjadi rendang dan dikemas kaleng.

Gagasan berkemajuan daging kurban lewat kemasan kaleng itu, telah lama digagas. Di antaranya dilakukan Lazismu, dimana memakai nama Rendangmu. Kelebihan dari berkurban dengan kemasan kaleng itu, bisa disalurkan jangka waktu lama dan tentu saja tidak langsung seketika usai penyembelihan kurban dan dikurun waktu hari tasyrik.
Adalah Hj Sri Rejeki Wahyuningsih, warga Cepu, Blora, Jawa Tengah, yang beberapa tahun belakangan ini, menyalurkan kurbannya dengan Rendangmu. Kurban disalurkan lewat Lazismu berupa sapi bersama tujuh orang atau satu kelompok. Rata-rata biaya yang terkumpul untuk satu ekor sapi di kisaran Rp21 juta.”Ya besarannya segitu ditanggung tujuh orang,” ujarnya pada Ekonompedia.com, Minggu 3 November 2024.


Disebutkan, biasanya satu orang dari satu kelompok sebanyak tujuh orang itu, mendapatkan 40 kaleng rendang per orang (satu kaleng berat 200 gram. Sedangkan satu kaleng rendang daging sapi siap dikonsumsi.
”Jadi, rendang di kemasan kaleng ini bisa kita bagi-bagi tak harus di hari H, pelaksanaan kurban,” imbuh salah satu pengurus Aisyiyah Cepu itu.


Terkait kurban diolah menjadi kornet, rendang dan bentuk lain, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Fuad Zein, diperbolehkan. Tetapi selama terdapat kebutuhan atau hajat yang jelas. “Misalnya, ketika ada kaum muslimin yang miskin, kelaparan, atau tertimpa bencana. Mengolah daging menjadi kornet dapat menjadi solusi praktis untuk memastikan bahwa manfaat dari kurban dapat dirasakan lebih luas dan lebih lama,” ujarnya dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id, Senin 4 November 2024.


Tetapi, lanjutnya, ada syarat penting yang harus diperhatikan, yaitu penyembelihan hewan kurban yang akan diolah tersebut tidak boleh melampaui batas akhir waktu penyembelihan, yakni waktu maghrib pada tanggal 13 Zulhijjah, yang merupakan hari tasyriq terakhir. Hal ini sesuai dengan hadis yang menyatakan, “Semua hari tasyriq adalah waktu penyembelihan.” (HR. Ahmad).

Kemanfaatan Kurban dengan kemasan kaleng
Ya, Lazismu membuat rendang dari daging qurban dalam kemasan kaleng dengan merek Rendangmu. Rendangmu merupakan produk olahan daging qurban yang diproduksi Lazismu sebagai bagian dari program Qurbanmu:
1.Membantu mudhoi untuk berqurban dengan manfaat yang lebih luas dan lama
2.Menjadi cadangan ketahanan pangan yang bergizi tinggi
3.Membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti korban bencana, masyarakat miskin perkotaan, dan panti asuhan
4.Solusi untuk lingkungan yang kekurangan daging qurban
5.Rendangmu diproduksi dengan standar mutu nasional dan internasional, yaitu steril, higienis, dan tahan lama. Rendangmu tidak menggunakan pengawet.


Proses produksi Rendangmu:
1.Memotong daging sapi segar kurban menjadi dadu
2.Memasak langsung dengan bumbu khas rendang
3.Mengaleng dan packing finishing
4.Rendangmu diproses di pabrik pengolahan yang modern dan diawasi oleh ahli.

Penulis: Widiatmiko

By